XxX= WELCOME TO MY BLOG JANGAN LUPA DI FOLLOW YA =XxX

Rabu, 22 Desember 2010

Gunkanjima Pulau Hantu di Jepang



      
Benarkah mahluk halus itu ada? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh banyak orang terutama bagi mereka yang belum pernah merasakan langsung bertemu dengan mahluk halus. Eksistensi keberadaan mahluk halus sendiri sampai sekarang sebenarnya masih dipertanyakan baik dari kalangan peneliti barat maupun timur. Banyak lembaga khusus yang didirikan (baik komunitas maupun orientasi profit) untuk meneliti tentang keberdaan mahluk halus. Mererka melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan apakah memang keberadaan mahluk halus ini nyata.



Mahluk halus di Indonesia dikenal dengan berbagai macam sebutan : hantu, jin, mahluk alam lain, mahluk dimensi lain atau mahluk supranatural. Jenisnya pun bermacam-macam ada kuntilanak, kalong wewe, pocong, suster ngesot, genderuwo, lampor dan lainnya. Semua itu adalah hasil dari budaya dan kepercayaan masyarakat Indonesia yang beraneka ragam. Berbeda dengan dunia barat yang justru mempunyai kepercayaan yang relatif seragam mengenai bentuk mahluk halus, hanya saja kepercayaan mahluk halus di barat justru di kategorikan mahluk halus yang dinyatakan, menjadi mahluk monster seperti : Dracula, Vampire,Werewolf, Fraskentein, zombie sampai demon.

Fenomena mahluk halus sebenanya sudah ada dari dulu, bahkan mungkin seiring dengan peradaban manusia, histeria masyarakat terhadap mahluk halus mulai pada masa antara tahun 1950 sampai sekarang, dimana ketika itu teknologi media sedang berkembang, belum lagi ditambah dengan adanya Televisi (TV), radio, surat kabar, majalah, film dan terakhir Internet. Fenomena itu semakin menjadi ketika beberapa stasiun televisi baik barat dan timur membuat tayangan tentang mahluk halus. Di Indonesia sendiri siapa yang tidak kenal dengan tayangan : Dunia lain (bukan) dunia lain, Scary Job, dua dunia, Investigasi selebriti (walaupun judulnya berbeda namun tayangan ini sering menayangkan fenomena mahluk halus).

Dengan adanya media televisi dan internet kita menjadi tahu penampakan mahluk halus apa yang terjadi dan dimana. Cerita tentang rumah hantu, tempat angker, tempat keramat bahkan sampai video mahluk halus, penampakan jin, gambar dan cerita hantu menghias dan menjadi salah satu topik yang banyak dicari. Terkadang ada beberapa informasi yang menyesatkan dan dibuat hanya untuk mendulang rating atau traffic pengunjung pada situs/blog/website tertentu atau hanya membuat sensasi.

Lalu sebenarnya benarkah mahluk halus itu ada? Jika anda percaya dengan agama anda maka jawabannya pasti ya, dalam setiap agama manapun pasti ada kepercayaan tentang setan, iblis atau mahluk non manusia yang memang bertujuan menggoda manusia, selain itu dalam dunia paranormal kepercayaan mahluk halus juga dipandang nyata. Kelemahan dari orang yang tidak mempercayainya adalah karena mereka belum pernah merasakan langsung pertemuan dengan mahluk halus. Kenapa tidak anda coba merasakannya dengan bantuan paranormal, tentunya ini akan menjadi pengalaman yang berbeda untuk anda bagaimana anda bertemu dengan mahluk dimensi lain atau melihat bagaimana Alam Gaib. Beranikah anda?

Pada mulanya Kerjasama perusahaan Mitsubishi yang menemukan dan mengelola penambangan batu bara di Gunkanjima, dan membuat Gunkanjima menjadi kota yang kaya dan padat penduduk, padahal luas pulau ini kurang dari 1 km persegi. Untuk mengakomodasi dan memenuhi hajat hidup para penambang, maka didirikanlah berbagai macam fasilitas seperti 10 kompleks apartemen yang luas lengkap dengan kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari, sebuah labirin tinggi yang dihubungkan dengan halaman-halaman, koridor, dan tangga. Kemudian menyusul juga dibangun sekolah, restoran, dan tempat perbelanjaan layaknya sebuah kota mandiri. Tetapi semua dikelilingi oleh tembok pelindung. Pulau ini dikenal sebagai “Nashi Midori Shima,” (pulau tanpa warna hijau). Kebanyakan warna pulau ini adalah warna alami kayu dan bebatuan selain itu hanya dipergunakan warna-warna yang biasa untuk pembangunan seperti putih dan marun.

Sekitar tahun 1950-an jumlah penduduk mencapai 6000 orang, dan menjadi pulau terpadat penduduknya di dunia pada masa itu. Tapi tambang batu bara yang terus dikeruk hingga ke dasar laut, lama kelamaan habis dan pulau pun ditutup karena sudah tidak ada lagi aktifitas penambangan yang dikerjakan, maka tidak ada lagi penghasilan yang masuk hal ini membawa kerugian bagi perusahaan Mitsubhi dan beberapa perusahaan penambangan kecil. Pulau yang tidak memiliki tumbuhan hijau ini pun lama kelamaan mati ditingal oleh para penduduknya.

Lima puluh tahun kemudian, pulau ini menjadi mirip pulau hantu, apartemen mulai runtuh. Tahun 1974-2009, pulau ini dinyatakan tertutup dari pengunjung. Namun baru-baru ini muncul ketentuan baru, pulau unik ini dibuka untuk wisatawan. Setelah disediliki ternyata ada aktifitas kasat mata yang menghantui pulau ini. Diawali dengan gossip hilangnya 4 orang yang mengunjungi pulau ini dan tidak pernah diketahui keberadaannya, cerita lainnya adalah ketika sebuah kapal nelayan yang mendekati pulau ini melihat banyak aktivitas orang di pulau Gunkajima, pulau itu terlihat ramai pada malam itu, pihak nelayan segera menghubungi penjaga pantai Jepang untuk memastikan tidak ada kegiatan penyelundupan atau imigran gelap dipulau itu. Ketika penjaga pantai dan beberapa nelayan sampai di pulau itu mereka tidak mendapati apa-apa hanya sebuah pulau kosong yang hening tidak berpenghuni. Akibat dari kisah-kisah itu pemerintah Jepang pun berinisiatif menjadikannya daerah wisata. Pulau ini pun didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia Unesco. Dan menjadi Pulau Tujuan di Jepang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar